Populer

Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Hijrah di Setiap Waktu



Imam Ibnul Qoyyim membagi makna hijrah menjadi dua. Pertama, hijrahnya hati kepada Allah dan Rasul-Nya. Kedua, hijrahnya badan dari negeri kafir menuju negeri islam.

Maksud dari makna hijrah yang pertama adalah meninggalkan segala sesuatu yang Allah benci dan menuju apa yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Seperti disebutkan dalam firman-Nya di surat Adz-Zariyaat ayat 50 yang artinya "maka segeralah (berlari) kembali kepada menaati Allah."

Yakni memindahkan kecenderungan hati dari selain Allah menuju kecenderungan kepada Allah, mentauhidkan Allah di setiap waktunya. 

Dan bagi setiap orang melakukan hijrah hukumnya adalah fardu 'ain di setiap waktunya.


#murojaah #ntms
Read More >>

Murojaah Aishah #2

Sabtu, 1 September 2018. Aishah kemarin bahas tentang keluarga : pernikahan yang tercela, nasihat : Ikhlas, fiqih : Haid.
Sebelum Allah mengutus Nabi Muhammad, pada masa jahiliyyah terdapat beberapa pernikahan yang tercela. Apasaja kah itu? Baca penjelasan yg ada di gambar dulu yaa ^^ di bawah ini hanya sedikit poin yang saya catat kemarin dan belum ada di gambar.
  • Nikah Syighra, baik menyebutkan ataupun tidak menyebutkan maskawin nikah Syighra tidak berpengaruh apapun. Yang menyebabkan rusak karena adanya syarat mubadalah (pertukaran).
  • Nikah Muhallil, pernikahan semacam ini dilarang (haram) walaupun keduanya telah bersepakat sebelum akad. Wanita tersebit tidak halal dinikahi oleh suami yang pertama. Kecuali pernikahan yang didasari rasa suka.
  • Nikah Mut'ah. Mungkin ada yang mengatakannya nikah kontrak.
  • Nikah dengan niat talak.




Nabi menghapus semua pernikahan pada masa jahiliyyah kecuali satu, seperti pernikahan yang sekarang ini (Seorang laki-laki meminang wanita kepada walinya, membayar mahar, lalu menikahinya).
Terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai hukum asal nikah, yakni
  • Pendapat pertama. Madzhab zhahiri, menikah adalah wajib dan orang yang tidak menikah adalah berdosa. Mereka mengatakan bahwa menikah adalah jalan untuk menjaga diri dari yang haram.
  • Pendapat kedua. Madzhab Syafi'i, menikah adalah mubah dan orang yang tidak menikah tidak berdosa. Imam Asy-Syafi'i mengatakan bahwa menikah adalah sarana menyalurkan syahwat dan meraih kelezatan syahwat (yang halal), maka hukumnya seperti makan yakni mubah.
  • Pendapat ketiga. Pendapat jumhur ulama (madzhab Maliki, Hanafi, dan Hambali) menikah adalah mustahab (sunnah).
Adapun hukum nikah berdasarkan tinjauan individu
  • Wajib. Khawatir akan terjerumus zina.
  • Mubah. Tidak bersyahwat tapi memiliki harta.
  • Makruh. Tidak bersyahwat dan fakir. Namun untuk orang yang tidak berayahwat dan sudah lanjut usia tanpa membedakan punya harta atau tidak, dihukumi makruh. Karena tidak dapat memberikan nafkah batin kepada istri.
  • Haram. Menikah semata-mata untuk memberikan maslahat. Seseorang yang sudah beristri, ingin menikah namun dikhawatirkan tidak berlaku adil.



Selanjutnya di sesi ke dua tentang Ikhlas. Sebelum menginjak ke bab ikhlas, perlu diketahui bahwa tujuan kita hidup di dunia adalah untuk ibadah. Ibadah cakupannya sangat luas, tidak hanya ibadah rutin (zakat, sholat, puasa, haji). Ibadah secara bahasa adalah Al-Khudhu’ (tunduk) dan Adz-Dzillah (menghinakan diri).
Dalam beribadah yang pertama dituntut adalah Ikhlas. Ikhlas beribadah karena Allah SWT dan tidak boleh riya’ dalam beribadah. Ikhlas ini menjadi syarat diterimanya suatu ibadah. Dari keikhlasan akan mewujudkannya dalam ketaqwaan. Apabila kita ikhlas maka syaitan akan sulit menggoda kita. Memohon perlindungan dari sifat malas. Hendaknya menyibukan diri dengan kebaikan.

Fiqih wanita: panduan seputar haid. Haid secara bahasa artinya mengalir. Secara istilah adalah mengalirnya darah wanita di waktu-waktu yang khusus yang dikeluarkan oleh Rahim wanita setelah mencapai usia baligh. Hikmah dianugrahkannya haid kepada wanita adalah untuk sejenak mengistirahatkan diri. Haid merupakan kodrat seorang wanita. Allah menetapkan haid bagi anak-anak permpuan Nabi Adam.
Haid merupakan kotoran. Wanita saat haid dilarang sholat, tidak boleh digauli, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk merenggangkan diri dan memperindah diri.
Tidak ada batas maksimal maupun minimal haid. Kedatangannya dapat diketahui dengan adanya aliran darah yang kehitaman dan pekat serta bau tidak sedap. Berbeda dengan darah yang keluar saat luka yang merah dan baunya segar. Sedangkan berhentinya haid bisa dideteksi dengan dua cara:
  • Jufuf (kering) . Dengan meletakan tisu kering di kemaluannya, apabila tisu kering maka berarti telah suci.
  • Al-Qohsotul Baidho . Keluarnya cairan putih yang keluar dari rahim. Berbeda dengan keputihan yang keluar dari saluran kencing.
Tanya Jawab :
  • Orang tua berkewajiban memberikan nama yang baik kepada anaknya. Tidak memberikan nama yang mengandung tazkiyah (pensucian diri). Ustadz ada mention kitab tentang itu, tapi Syifa ke skip :(
  • Boleh tidak mengizinkan suami berpoligami, dengan memperhatikan kondisi suami seperti apa.
  • Menikah saat sudah mampu. Mampu disini lebih untuk laki-laki, yakni mampu secara ilmu dan finansial. Sedang untuk wanita, kalau sudah siap maka segerakan , siap untuk menghadapi keadaan kedepannya.
  • Ujian merupakan kabar gembira, jangan terburu-buru zu'udzon kepada Allah. Hadirkan dalam diri kita untuk terus semangat. Berdoa agar diberi kemudahan dengan sholat malam.

Read More >>

Kemudahan untuk Beribadah

Ketika diajak ke suatu tempat tapi di situ ngga disediakan ruang untuk sholat, yakk kita harus mandiri. Cari tempat yang kiranya bersih dan cukup untuk ruku' dan sujud, by yourself.

Sebelum pergi siapkan perlengkapan ibadah yang perlu dibawa, mukena dan sajadah. Mukena udah pasti, kalo sekiranya pergi ke tempat yang sulit mendapatkan masjid / mushola /tempat sholat lainnya,maka sajadah masuk barang harus dibawa. Solat bisa di manapun, tapi untuk lebih menjaga kesucian maka sebaiknya pakai sajadah.

Pas jalan cari-cari and finally we found that space, how happy we are!

Its okay sholat di tempat terbuka yang sebenernya ngga diperuntukan untuk sholat. Ada lahan datar yang cukup dan sepertinya jarang dilewatin orang ya udah akhirnya memutuskan untuk sholat di situ.

Oya lupa, satu lagi yang perlu dibawa, kompas, karena di tempat asing yang kemungkinan besar akan kehilangan navigasi, maka kompas juga masuk ke barang yang wajib dibawa. Alhamdulillah sekarang ada teknologi canggih bernama handphone, install lah applikasi muslim Pro, pro banget emang ini aplikasi sama muslim(ah). Rekomen banget ini aplikasi, kalo yang belum tau bisa lihat lebih lengkapnya di sini.

Tempat sholat kami kali ini MasyaAllah.... Indah pisan, adem sejukk. MasyaAllah lagi pas belum lama setelah takbir tes tes tesss gerimis :') Alhamdulillah gerimis doang dan sebentar :)) Makin adem nyesss :"

Walaupun di sini cuma hitungan menit tapi terkenang banget :) Aku tulis biar pun sependek daya ingat ku pas tua besok bisa membantu mengenang momen ini. Sayang banget kalo tua besok lupa. Bakal kangen pengalaman ini pasti :)

Dari kisah 8/8/2018.



Read More >>

Tawadhu (Inspirasi dari The Highest Spot in Thailand)

Ada yang ganjal sesampainya di sana. Mereka bilang ini tempat tertinggi. Tapi lucunya, sama sekali ngga kayak biasanya misal lg di pos 2 gunung Slamet atau sekedar di bukit gunung Wuled, Karangmoncol, yang bukan tempat tertinggi di daerahnya, aja udah kerasa di ketinggian. Lah ini, udah di tempat yang katannya tertinggi tapi nggak sama sekali kerasa di ketinggian. Berasa masih di dataran biasa, cuman anginnya lebih dingin.
Hyaaa jadi kepikiran. Unik juga ini tempat. Bisa ngajarin tawadhu gitu. Kalo lagi di atas yang bikin kita ngerasa tinggi itu karena ngeliat ada banyak yang di bawah. Misal kaya di tempat ini, entah kenapa pas di spot tertingga nggak lihat ada yang di bawah kan jadi nggak kaya di tempat tertingga. Oh atau karena di kelilingi pohon-pohon tinggi (?) terus ga bisa ke ketepian jadi gabisa liat apa yang ada di bawah, ya alhasil ga kerasa pun sebenernya kita udah di tempat yang tinggi.
Ngajarin relativitas juga nih? Ahaa iya tinggi itu relatif. Di atas tinggi menurutmu masih ada yang lebih tinggi menurut yang lain. Apalagi kalo mau liat lebih global, kamu mah ga ada apa apanya buuuk.



Read More >>

Pertama Kali ke Surabaya Tut tut tuuuut...







Akhir bulan (20-21 Mei) ini dapet tawaran ke Surabaya buat mewakili Bapak dateng ke acara TABIR. Fully founded, yaa kenapa enggak, rejeki anak kost banget, transport dan makan udah terjamin, dan barangkali bisa sekalian main (tapi ternyata ga sempet main kemana-mana).

Dini hari sampai di stasiun Gubeng, alhamdulillah, ada yang berbaik hati menjemput dan menyediakan tempat tinggal. Ternyata selain ke Surabaya, di perjalanan yang sangat singkat ini aku di ajak juga ke Sidoarjo (perbatasan), walaupun cuma buat nginep dan sarapan aja. Hehe
Jam 10, langsung ke tempat acara (di Garden Palace). Acara dibuka oleh bu Hari, sebagai pemilik research rabbani Surabaya. Lalu dilanjutkan ada sesi foto dengan Astri Ivo, fashionshow produk-produk ramadhan, talkshow dengan Astri Ivo dan pengumuman biro terbaik. Setelah hampir selesai mengikuti serangkaian acara tersebut, sebelum ke stasiun gubeng lagi, aku cuma sempet ke kober bar mie setan sama ke snowcake. Hyaaa singkat banget ke Surabaya nya. 
Makasihhh ya Pak, udah ngasih kesempatan Syifa buat ke Surabaya. Seneeeng, ketemu orang baru yang sangat menginspirasi. Mbak Farida, beliau orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya, rela untuk meninggalkan afiliasi di universitas ternama di Indonesia (dosen di UI) agar bisa menemani Ibunya yang sakit. Lalu, bu Hari, Ibuk Mba Farida, walaupun sudah berumur semangatnya luar biasa, masih bekerjakeras di rabbani.
Dan sekilas melihat Surabaya, aku jadi kagum dengan bu Risma😄. Eh ya, kalo diliat-liat sepintas Surabaya mirip-mirip Bandung ga si? Hehehe
Read More >>